Gallery

Jumlah biji kopi di masing-masing daerah penghasil kopi Sumut-Gayo


Jumlah butiran biji kopi di berbagai daerah.

                Sumut adalah salah satu daerah penghasil kopi, dengan luas keseluruhan  19.649,16 Ha (Arabika) 57.433,17 Ha (Robusta) salah satu varietas kopi yang sedang di kembangkan di Sumut adalah jenis kopi Arabika dan Robusta dan sekarang ini kopi arabika sedang di minati oleh masyarakat dataran tinggi pada khususnya, karena  kopi Arabika sangatlah cepat menghasilkan dan hanya dapat tumbuh di ketinggian  900 MDpl – 1400 Mdpl.Sedangkan untuk dataran di bawah 800 Mdpl –  300 Mdpl adalah jenis kopi varietas Robusta dan Liberika.Untuk Aceh Gayo juga salah satu penghasil kopi terbesar di Asia Tenggara dengan luas perkebunan kopi rakyat 73.460 Ha.Kabupaten Gayo berada di ketinggian 200 Mdpl – 2600 Mdpl.Untuk kopi Arabika juga banyak varietas yang lain di daerah ini seperti Arabika Andong sari,Tim-Tim,Bor-Bor,Long Bean,dll.
Untuk itu Kopi Luwak Medan membuat salah satu riset sederhana mengenai jumlah biji di antara 2 kabupaten penghasil  biji kopi jenis Arabika sebagai berikut :
Grean Bean (biji hijau) :
Gayo                                                     455 Biji / 100 gram
Mandheling                                            460 Biji / 100 gram
Linthong                                                470 Biji / 100 gram
Dairi                                                      490 Biji / 100 gram
Karo                                                     585 Biji / 100 gram
Roasting Bean (biji sangrai)
Gayo                                                    467 Biji / 100 gram
Mandheling                                           480 Biji / 100 gram
Linthong                                                500 Biji / 100 gram
Dairi                                                      560 Biji / 100 gram
Karo                                                     648 Biji / 100 gram
                               

Kopi Organik Gayo Yang Memikat Dunia

Kopi Organik Gayo: Aromanya Memikat Dunia
Kopi Organik Gayo
          Udara dingin menyambut kedatangan kami saat mendarat di bandara Rembele Bener Meriah-Aceh setelah menempuh penerbangan selama 1 jam dari Medan. Sejauh mata memandang, terlihat perkebunan kopi yang terhampar di pegunungan di Tanah Gayo ini. Kopi menjadi sumber pendapatan utama masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah. Perputaran uang dari kopi di kawasan ini diperkirakan mencapai lebih dari satu trilyun rupiah setahunnya. Salah satu pesona tanah Gayo ini adalah Danau Laut Tawar yang terletak di kota Takengon, ibu kota propinsi Aceh Tengah, yang juga merupakan sentra kegiatan ekonomi di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah. Untuk mencapai kota ini, terdapat dua alternatif cara, yaitu melalui jalan darat selama 8-10 jam dan melalui udara selama 1 jam, keduanya ditempuh dari Banda Aceh atau Medan.

Selain keindahan alamnya dan keramahan masyarakat Gayo yang berbaur dengan masyarakat keturunan Jawa dan Aceh, aroma kopi arabika Gayo juga menarik investor nasional dan internasional untuk berusaha ke sana. Sebut saja PT. Indo CafCo (Ecom Group-Perancis), PT. Sarimakmur Tunggal Mandiri, PT. Menakom, Forestrade (AS), yang berkantor di Medan dan Padang. Perusahaan-perusahaan ini merupakan pemasok kopi ke pasar dunia, seperti Starbucks, Utz Kapeh dan pasar fair trade. Lokasinya yang berada di ketinggian di atas 1.100 meter dpl, menjadikan tempat ini cocok untuk perkebunan kopi arabika. Pantas saja, bila kopi Gayo masuk dalam peta kopi arabika dunia, termasuk kopi organik.

Ditanam Secara Tradisional

        Perkebunan kopi organik milik rakyat berada di lereng-lereng bukit yang terjal, ditanam secara tumpangsari dengan tanaman lamtoro, jeruk, dan alpukat sebagai tanaman peneduh dan pencegah erosi. Usia rata-rata tanaman kopi berkisar 10 tahun, bahkan banyak juga yang berusia lebih dari 30 tahun. Tanaman kopi arabika didominasi oleh jenis Ateng, Timtim dan Jember. “Lamtoro baik untuk tanaman kopi. Akarnya membantu kesuburan tanah dan mencegah erosi. Kalau daunnya baik bagi peneduh tanaman kopi,” ucap Andi Hamdani, petani kopi di desa Pondok Baru, Bener Meriah. “Selain sebagai peneduh, jeruk dan alpukat bisa buat celengan di musim paceklik kopi, dan dijual di pasar lokal,” tambahnya. Bulan Juni hingga Agustus merupakan musim paceklik kopi, dan produksi kopi menurun drastis. “Di musim paceklik, saya bisa memperoleh 3 kaleng gabah (parchment) kopi dalam 15 hari. Tapi kalau pas panen raya, bisa memperoleh 40 kaleng gabah dalam 15 hari,” tambah Julmansyah yang memiliki sekitar 2000 pohon kopi diluas lahan 1 ha miliknya. Satu kaleng gabah kopi setara dengan 10 bambu atau 11 kg gabah. Umumnya petani menggunakan satu bambo (1 bambu=1,1-1,2kg) atau kaleng.

             Panen raya biasa terjadi pada bulan September hingga Desember setiap tahunnya. Bulan Januari hingga Mei, petani tetap panen meskipun jumlahnya tidak sebesar panen raya. Harga kopi di tingkat petani mengikuti harga dunia yang dipatok dengan dolar. “Saat krisis tahun 1997- 1998, petani di sini makmur - makmur. Saat itu, tiap petani mampu membelikan kereta (motor-red) buat anak-anaknya,” menurut Heri yang merupakan rekan Julmansyah dan Suwari menjelaskan. Saat ini harga kopi berkisar Rp.9.000-10.500/bambo gabah kopi di tingkat petani. Sementara biji kopi di tingkat pengumpul mencapai harga Rp. 18.000- 19,500/kg dengan kadar air 18%.

          Budidaya kopi rakyat dilakukan turun temurun. Mengikuti model perkebunan Belanda, jarak tanam antara tanaman kopi sekitar 2-3 meter, di bawah naungan lamtoro yang berjarak antara 10 meter. Semakin berlereng, jarak tanaman lamtoro semakin rapat untuk mencegah erosi. Dan setiap pangkal batang kopi terdapat lubang yang berjarak sekitar 0,5 meter (petani setempat menyebutnya “lubang angin”-red) untuk mengkomposkan daun-daun, gulma dan kulit kopi yang telah busuk, bahkan kotoran ternak. “Lubang angin dibuat agar kompos yang kita buat 'gak lari terbawa air, tetapi tertahan di lubang angin dekat tanaman kopi yang berada lebih miring di bawahnya,” jelas Lasmirah .

          “Kalau ada jamur batang atau penggerek batang, biasanya kita pangkas batang kopi yang terkena penyakit. Payahnya kalau tanaman kopi terkena penyakit jamur akar, petani 'gak ada pilihan selain mencabutnya dan mengganti dengan tanaman baru,kata Andi Hamdani petani kopi di desa Pondok Baru,Bener Meriah

          Banyak sekali hewan- hewan yang dapat ditemukan di kebun-kebun petani. “Selain burung, banyak ditemukan musang, tupai, labalaba, kadal, ular, dan monyet. Babi biasanya muncul menjelang magrib dan malam hari. Babi senang menggali tanah di bawah tanaman kopi, kadang membuat tanah longsor. Tetapi beberapa petani juga senang kebunnya kedatangan babi, karena membantu kesuburan tanah,” tambah Sumiran. “Buah yang berlubang yang didalamnya ada kutu hitam membuat biji kopi rusak dan susut beratnya. Penyakit ini yang susah diatasi petani,” kata Sumiran menjelaskan serangan penyakit Penggerek Buah Kopi (PBKo) yang disebabkan oleh kumbang (Hypothenemus hampei).

      Dari hasil pengamatan di lapangan, ada beberapa petani yang sudah mulai menggunakan perangkap (trap) berwarna merah yang dilumuri lem (mengandung hormon seksual serangga-feromon) sehingga kumbang tertarik dan terperangkap ke alat tersebut. “Petani membiarkan buah yang berlubang. Buah tersebut akan tetap memerah dan dikutip (dipetik-red) seperti buah kopi yang masak. Buah yang berlubang dipisahkan saat pencucian gabah setelah digiling. Biasanya, buah yang berlubang hitam itu akan mengambang bila dicuci, lalu dipisahkan,” jelas Andi Hamdani  petani di Pondok Baru.

          Saat panen raya, dari pagi hingga sore hari jemuran biji kopi memenuhi jalan-jalan desa dan halaman rumah atau mesjid. Petani sudah meninggalkan menjemur biji kopi tanpa dialasi. Mereka menggunakan terpal untuk penjemuran. Sementara di kebun-kebun kopi nampak kesibukan para pemetik kopi dan pemilik kebun memetik dan mengangkut buah kopi dari lahan. “Sulit mencari pekerja saat panen raya kopi, semua orang sibuk dengan kebunnya masingmasing,” kata M. Salam. Masyarakat Aceh Tengah dan Bener Meriah minimal memiliki 0,5 ha kebun kopi, sehingga pada siang hari saat panen raya, sulit menjumpai petani di rumah.

Perkebunan dan segelas kopi

          Buah-buah kopi yang masak dipetik di lahan. Kadang di lereng bukit yang curam, pemetik kopi dengan lincah berpindah dari satu batang kopi ke batang lainnya. Lahan-lahan kopi organik umumnya berada di perbukitan terjal, berjarak sekitar 1-2 km dari perkampungan. Banyak kebun-kebun tersebut tidak dapat dilewati oleh motor, sehingga petani harus memanggul buah kopi hingga ke jalan raya terdekat, kemudian baru di angkut dengan motor menuju rumah.

            Untuk memisahkan kulit kopi dari bijinya, kopi digiling terlebih dahulu, Hampir setiap rumah di tanah Gayo ini memiliki penggilingan kopi baik yang digerakan oleh dinamo atau tenaga manusia. Setelah terpisah dari kulitnya, biji kopi masih banyak mengandung lendir, maka biji-biji kopi tersebut harus dicuci dengan air berulang kali hingga lendirnya hilang. Kemudian biji kopi tersebut di jemur selama 1-2 hari dalam cuaca panas terik hingga mencapai kadar air 16%-18% (gabah). Setelah kering, barulah biji-biji kopi tersebut disangrai (digoreng tanpa minyak) lalu ditumbuk atau digiling sampai halus hingga menjadi bubuk. Bubuk kopi inilah yang siap untuk diseduh dan dinikmati.

           Kadar kafein kopi robusta dua kali lipat lebih tinggi dibanding kopi arabika, namun orang Indonesia lebih menyukai kopi robusta ketimbang kopi arabika. Kata penikmat kopi, rasanya lebih pas. Oleh sebab itu maka kopi arabika yang dibuat untuk konsumsi rumah tangga di Tanah Gayo, biasanya akan dicampur dengan kopi robusta.

            Bila kopi untuk ekspor, petani menjual biji kopi (gabah) ke pengumpul yang berada di tiap desa. Lalu gabah tersebut dikeringkan kembali di bawah sinar matahari hingga kadar airnya 15-18%. Kopi berkadar air sebesar ini siap dijual ke pengumpul besar untuk dikeringkan hingga berkadar air kurang dari 13 persen. Lalu biji kopi di-huller, di-sortir dan dikemas untuk siap ekspor.  (Andi Ramdani)

Specialty Gayo,Winey,Honey,Long Berry,Peaberry,Grade One

Green Bean Long Berry

Daftar Harga kopi Arabika (Sipirok)


Sipirok Specialty
1 kg              Rp.95.000
Minimal Order 20kg
Harga diatas tidak termasuk ongkos kirim
Kwantiti 100kg - 500 kg / bulan

 Winey
1 kg            Rp.350.000
Minimal Order 5 - 10 kg
Harga diatas tidak termasuk ongkos kirim
Limeted Edition

Long Berry
1 kg           Rp.110.000
Minimal Order 20-50kg
Harga diatas tidak termasuk ongkos kirim
Kwantiti 200 kg /bulan

Peaberry
1 kg          Rp.160.000
Minimal Order 20-50kg
Harga diatas tidak termasuk ongkos kirim
Kwantiti 200 kg /bulan

Honey
1 kg          Rp. 250.000
Minimal Order 10-50 kg
harga diatas tidak termasuk ongkos kirim
Kwantiti 100 kg /bulan

Grade I
1 kg        Rp. 84.000
Minimal Order  50 kg - 1000 kg
harga di atas tidak termasuk ongkos kirim
Kwantiti 1000 kg / bulan




Harga sewaktu-waktu bisa berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kopi Luwak Untuk Pelestarian Cagar Alam



Dolok Sibual-Buali
Kopi Arabika dan Cagar Alam Dolok Sibual-Buali

 
Udara yang kabut di pagi hari membuat  tubuh enggan untuk melakukan aktifitas,  dengan cita rasa kopi dapat membangkitkan untuk menggerakkan tubuh. Setiap pagi kami menikmati kopi untuk menciptakan insfirasi untuk melakukan aktifitas.Itulah referensi yang diambil dari berbagai dialog bersama masyarakat Pinggiran Dolok Sibual-Buali kecamatan Sipirok Tapanuli Selatan.Seiring dengan perkembangan teknologi pertanian Saat ini Ada beberapa desa di kaki bukit Sibual-Buali yang membudidayakan Kopi arabika, dengan berbagai varietas baik itu lokal dan pemuliaan tanaman. 
Kebun yang begitu jauh dari pemukiman secara turun temurun petani selalu menanam buah-buahan sebagai pelepas dahaga di kebun. Tetapi sekarang kopi lebih di prioritaskan.Apa yang terjadi sekarang ini,,,,?Kaki bukit sibual-buali yang memiliki ketinggian 1000-1300 Mdpl berbatas langsung dengan hutan Cagar Alam Dolok Sibual-buali ternyata banyak musang yang dapat merugikan masyarakat petani kopi.Masyarakat tahu bahwa kopi yang dihasilkan dari permentasi luwak sangat tinggi nilainya, tetapi begitu susahnya untuk mendapatkan Kopi luwak itu dimana keeberadaannya karena luwak selalu bawa ke hutan.Bersama Lembagasipirok Lestari, Kopi Luwak Medan, Posyantek Kecamatan Sipirok dan Para petani mencoba merumuskan sama-sama bagaimana caranya supaya mudah memperoleh kopi luwak.Salah satu ide yang tercetus adalah dengan memperkaya tanaman buah-buahan di kebun.Terbukti  dengan banyaknya tanaman buah seperti pepaya, durian, alpukat, pisang, jambu, nangka yang ditanam dikebun membuat luwak menjadi betah dikebun untuk melakukan permentasi kopi dalam perutnya.
Selain dapat dinikmati untuk pelepas dahaga di kebun, kopi juga memperoleh perlindungan dari sinar matahari secara langsung sehingga kelembapan tanah menjadi stabil untuk kopi. Selain itu luwak yang memakan kopi tidak membawanya lagi kehutan karena kebutuhan makan mereka terpenuhi di kebun sehingga kopi luwak mudah di cari di sekitar kebun.Buah yang banyak, ketinggian mendukung, ramah pembudidayaan, inilah yang meyebabkan biji  kopi luwak Sipirok memiliki cita rasa yang tajam dan unik.
Cara Pengelolaan
Kopi Luwak sipirok di ambil dari pinggiran kebun atau di hutan yang dikumpulkan sedikit demi sedikit oleh petani biasanya para petani melihat kopi luwak di bawah tegakan pohon buah-buahan karena pada umumnya Musang( luwak) mengeluarkan gabah kopi permentit  di situ. Pada umumnya petani yang memiliki 1 ha tanah di dengan jumlah tanaman 2000-3000 batang setiap minggunya dapat menghasilkan 4-6 Tumbak yang mana 1 tumbak itu adalah 2 liter.
Gabah kopi luwak  yang dikumpulkan berbentuk molen dikumpulkan oleh pengorganisir dan pengumpulan kopi di desa. Pengorganisir tersebut sebagai orang yang memverifikasi keaslian kopi luwak dari masyarakat.Kopi yang sudah terkumpul di cuci dan jemur sampai kering kemudian dikupas secara manual oleh petani  pengumpul  kopi.Saat pengupasan kopi dipisahkan dari sampah, biji sompel, biji gepeng dan biji yang kosong. Biji yang sudah di bersihkan di jemur sampai kadar air 12 % kemudian di simpan dalan toples, atau tupper ware, agar tidak bercampur dengan aroma lain nya. Karena biji kopi sifatnya menyerap aroma yang ada di sekitarnya.Posyantek kecamatan Sipirok, bersama Lembaga Sipirok Lestari dan Kopi luwak Medan sebagai sebagai inisiator bertanggung jawab menampung kopi luwak dari masyarakat pinggiran Dolok Sibual-Buali. Hal yang dilakukan adalah dengan memperluas jaringan pasar baik dalam bentuk green bean atau bubuk kopi luwak.
Kendala:

Desa dengan jumlah penduduk 188 KK dengan luasan 28,30 km persegi  yang terletak di  pinggiran CA Dolok Sibual-Buali,petani memiliki perkebun varietas kopi Arabica seluas 90 ha yang telah menghasilkan kopi Arabika antara 1 ton-5 ton dalam 1 minggu,sedangkan biji kopi luwak liar antara 15 kg-25 kg dalam setiap minggu. Jumlah itu masih sedikit karena kemampuan inisiator (Posyantek Kecamatan Sipirok, bersama Lembaga Sipirok Lestari dan Kopi Luwak Medan masih terbatas untuk membeli nya dari petani  itu sendiri.Hal ini bukan berarti di kendala modal tetapi konsumen para kopi luwak belum begitu luas, referensi yang diambil, kopi luwak yang distok dan belum dikonsumsi lama-kelamaan aromanya turun, itu yang tidak kami lakukan karena kami masih bisa memasarkan antara 15-20 kg/minggunya.

Harga Brown Sugar (Gula Merah) Sebagai Komoditas Pendamping Kopi Luwak

Proses pembuatan gula merah
Brown Sugar (Gula Merah) asli Sipirok, Tapanuli Selatan, original, bukan campuran, diolah secara langsung oleh petani yang ahli di bidang ini. Kemasan Gula Merah dikirim dalam kemasan  Karton biasa.

Daftar Harga Brown Sugar (Gula Merah)
  • 1 kg       :  Rp.     15.000
  • 10 kg     :  Rp.    150.000
  • 50 kg     :  Rp.    750.000
  • 100 kg   :  Rp.1.500.000
  • 200 kg   :  Rp.3.000.000
  • 300 kg   :  Rp.4.500.000
 Quntity : 300 kg /Minggu

Harga Gula Merah tersebut belum termasuk Ongkos Kirim,untuk wilayah Medan dan sekitar nya free ongkos kirim. Harga Gula Merah (Brown Sugar) dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. 

Untuk informasi lanjut hubungi :
085297833365

087867570961
Pin BB 2 AD 792D1
             

Harga Green Bean Kopi Luwak Medan


 Green Bean Kopi Luwak Gayo
    • 1   kg  : Rp.       650.000,-
    • 10 kg  : Rp.    6.550.000,-
    • 20 kg  : Rp.  12.500.000,-
    • 50 kg  : Rp.  31.500.000,-

Green Bean Kopi Luwak Sipirok
    • 1   kg  : Rp.        550.000,-
    • 10 kg  : Rp.    5.450.000,-
    • 20 kg  : Rp.  10.700.000,-
    • 50 kg  : Rp.  26.650.000,-
Biji kopi luwak di kemas dengan menggunakan kemasan Gusset setiap 1kg.
Harga diatas belum termasuk Ongkos kirim.Untuk wilayah medan dan sekitarnya Free ongkos kirim.
Harga dapat berubah sewaktu-waktu.   

    

Proses Pemisahan Gabah (Kulit) Biji Kopi Luwak Secara Manual (Tradisional)


dilakukan dengan menggunakan Lesung dandi tumbuk
Proses pengupasan gabah

dilakukan secara manual dengan dipilih satu per satu
proses penyortiran

Proses pendinginan biji kopi agar tidak lembab
Proses setelah pemisahan kulit gabah ke biji
Proses pemisahan gabah hingga proses penyortiran biji Kopi Luwak Liar.
Untuk mendapatkan biji kopi luwak yang sempurna perlu dilakukan proses pengupasan dan penyortiran yang benar, agar rasa dan aroma kopi luwak tetap terjaga maka harus dilakukan secara manual, seperti Mahesya kopi lakukan dengan memberi materi dan pelatihan agar petani sebagai mitra usaha lebih mengerti metode pengupasan biji kopi luwak yang benar. Dari proses pengupasan dilakukan dengan mengunakan lesung dan di tumbuk tidak terlalu keras untuk menjaga agar biji tidak bertutul (memar). Jka terjadi memar pada biji kopi luwak dapat mempengaruhi rasa dan aroma pastinya. Penyortiran dilakukan agar biji kopi besar, biji kecil, biji rusak atau biji muda dapat terpisah sebelum diroasting (sangrai). Jika dilakukan dengan cara yang tepat maka rasa kopi luwak yang dihasilkan terasa mantap dan lebih nikmat, Selamat mencoba.

Dijual Kopi Luwak Asli - 100 Gram - Powder (Product)


Kopi Luwak Medan kemasan 100gram - Bubuk Kopi
Kemasan Kopi Bubuk 100gr (Tampak Depan)

Kemasan Kopi Bubuk 100 Gram (Tampak Belakang)


Harga : Rp.180.000,- 
Harga diluar ongkos kirim.
Untuk pemesanan di daerah Medan dan Sekitarnya : Gratis Ongkos Kirim.

Hubungi :
085297833365 - 087867570961
Pin BB 2AD792D1